Seperti Apa Kelanjutan Rencana Pembangunan Bendungan Matenggeng


Mungkin untuk warga Dayeuhluhur sudah tidak asing lagi dengan nama Matenggeng, yaa ditempat tersebut akan dibangun sebuah bendungan terbesar Di Asia Tenggara. Tentunya ini menjadi sebuah kebanggaan bagi warga Dayeuhluhur, karena akan ada bendungan besar yang akan dibangun untuk mengairi lahan seluas 27934 Ha dan menghasilkan listrik sebesar 27,00 MW. Menurut kabar yang beredar, Bendungan Matenggeng ini akan mulai dibangun pada tahun 2019 dan diperkirakan selesai pada tahun 2024. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan tentang bendungan tersebut. Pasalnya saat ini masih tidak ada kabar tentang kelanjutan Bendungan Matenggeng ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan proyek ini berjalan lambat, diantaranya adalah faktor pembebasan lahan warga yang akan menjadi lokasi bendungan tersebut. 
Baca Juga : 7 Rekomendasi Destinasi Wisata Dayeuhluhur Untuk Liburan Lebaran Idul Fitri

MITOS BENDUNGAN MATENGGENG

Bendungan ini akan dibangun sekitar 100-150 meter sebelum Pongpet (lihat foto), pongpet merupakan bagian dari sungai Cijolang yang mengerucut menjadi hanya sekitar 1-2 meter lebarnya.

Banyak mitos mengenai tempat ini yang berkembang di masyarakat,
1. Mitos pertama adalah bahwa setiap orang yang akan menyebrang dengan melompat ,maka dia akan jatuh dan terbawa arus karena tidak sampai di ujung walau jaraknya dekat, sehingga sejak dahulu ditempat tersebut dipasang bambu untuk tempat menyebrang.

Selain itu menurut orang tua jaman dulu, bahwa Belanda pernah membuat jembatan untuk menghubungkan antara sisi satu dengan sisi satunya namun tidak selesai dikarenakan sungainya semakin melebar.

Namun kalo kita lihat dengan kenyataan dilapangan, bahwa mitos pertama tersebut bisa saja benar adanya dikarenakan aliran sungai Cijolang yang besar kemudian menjadi sempit dan menurun akan sangat dimungkinkan aliran air sungainya menjadi deras sehingga mungkin menimbulkan daya magnet.

Dan konon juga bahwa dengan banyaknya pasir di dekat perbatasan (jabar-jateng) yang sekarang banyak ditambang oleh masyarakat itu berasal dari tempat ini, dimana sering dikatakan bahwa Pongpet adalah pabrik penggilingan batu sehingga menjadi bentuk pasir yang kecil.

2. Mitos kedua adalah dimana banyak orang disekitar tempat ini yang sering mendengar dan melihat bahwa kadang terlihat ada tumpukan besi yang sangat banyak, ditambah pada malam-malam tertentu akan terdengar suara besi dipukul-pukul layaknya sedang ada pembangunan.

3. Mitos ketiga adalah bahwa apabila suatu saat nanti ditempat tersebut dibangun Bendungan, penghuni Pongpet meminta korban sebanyak 1 manggar pohon aren dan akan jebol sebanyak 3 kali.
Baca Juga : Tentang Dayeuhluhur ( Budaya, Letak Geografi, Tradisi )
Bisa dibayangkan mungkin berapa ribu buah disetiap manggar pohon aren. Namun itu hanya sebatas mitos yang berkembang turun temurun lewat generasi ke generasi, dan semoga saja mitos ini hanya cerita yang tanpa bukti dan kenyataan.

Adanya rencana pembangunan bendungan ini memang sudah ada sejak sekitar tahun 1965an dan telah dilakukan study oleh orang luar negeri, dan memang dinyatakan layak untuk dijadikan bendungan.

Namun baru pada tahun-tahun ini pemerintah kembali menyinggung tentang akan direalisasikannya pembangunan Bendung Matenggeng ini.

Dimana pada sekitar tahun 2017 yang lalu rencana ini mandeg ditengah jalan dan tidak ada tindak lanjut baik dari BBWS maupun pemerintah daerah.


Sesuai rencana pembangunan akan ada 8 desa yang akan tergenang air baik sebagian atau keseluruhan di wilayah jawa tengah yaitu Dayeuhluhur, Matenggeng, Ciwalen, Bolang, Kutaagung, Datar, Cijeruk, dan Bingkeng.

Selain itu ada juga Desa di wilayah Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis yang akan terendam juga. 

Komentar